Tak ada untung nya menangisi orang yang tidak menghargai mu, yang hanya membuatmu kecewa dengan semua kebohongan yang ia lontarkan entah untuk apa. Cinta tak lagi buta, kini cinta datang pandang bulu. Melihat dan memilih kepada siapa ia akan datang dan dari siapa dia pergi. Kini tak lagi ada cinta yang ikhlas, yang tulus, yang sederhana. Jika itu semua ada, itu semua hanyalah kebohongan yang tampak manis di awal dan akan terasa pahit saat kau mempertahankan nya. Merasa hancur. Ya pasti akan seperti itu pada akhirnya. Lukisan indah di awal, dan imajinasi indah di akhir seaakan terhapus badai dan guntur dalam hati. Raga yang berdiri kian tergoncang, berjalan dengan senyum tanpa jiwa yang hidup, jiwa ini telah lama hilang seiring hilangnya dirinya. Tertawa di kekosongan hati bagai menangkap angin, terasa namun sulit untuk dilakukan. Matahari senja ku kini telah hilang, bersinar untuk yang lain, yang lebih indah, yang lebih elok, yang lebih dari aku.
Kesepian, kedinginan, dan keterpurukan yang kini menghampiri ku. Masihkah ada awan di sana untuk memayungiku dari panasnya matahari senja yang bersinar di sana? Adakah rintik hujan yang dapat melahirkan pelangi indah untuk menggantikan matahari senjaku yang hilang? Kicauan burung yang dulu selalu menjadi melodi indahku kini telah hilang mereka enggan bernyanyi untuku. Kupu-kupu yang dulu menari nari di langit senja kini tak muncul. Tak ada lagi yang dapat menghibur gadis malang ini yang hanya dapat menunggu sebuah keajaiban datang kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar