Mereka bilang cinta itu indah dan bahagia. Namun yang aku ketahui cinta itu serakah, kejam dan menyakitkan.
Mereka bilang tidak bisa hidup tanpa adanya cinta. Namun sekali lagi yang kurasakan, setelah aku menemukan cinta, hidupku tak terarah dan terasa hancur.
Cinta?! Kuharap dulu aku tidak perlu merasakan nya, dengan mengetahui nya saja seharus nya aku tidak perlu. Sebelum aku mengenal nya, hidup ku baik, sangat baik. Berbeda jauh setelah aku mengenal Cinta.
Seseorang datang dengan atas nama Cinta, awalnya membuat aku bingung, namun senang. Lama kemudian, Cinta lah yang menyiksaku. Dan pada akhirnya Cintalah yang berkhianat.
Karena itu aku tidak suka dengan Cinta. Aku benci dengan Cinta. Aku tak butuh lagi Cinta. Karena Cinta semua berubah.
Kisah gelisah yang pernah aku rasa, perlahan mulai menghilang, namun setiap aku mendengar kata Cinta, rasa sakit yang dulu aku rasa seketika terasa menusuk dada, pilu yang terasa. Kemudian menghilang lagi. Saat aku mendengar lantunan melodi yang pernah menemani rasa sakit ku, rasa sakit itu kembali menyerang seketika.
Mungkin tak lama lagi semua itu akan selesai, kuharap. Namun tetap, aku tak siap akan Cinta, dan aku masih membenci Cinta.
Kamis, 14 Januari 2016
Cinta
Minggu, 10 Januari 2016
Angan tak terbayar
Terik di siang ini seakan tidak mau lagi berkompromi denganku yang disini kepanasan menunggu seseorang datang untuk sekedar menyapa atau mungkin berbincang. Namun itu hanya sebuah harapan di atas angan-angan.
Tahun sudah berganti, kisah ini pun harus sudah berbeda, namun ia tetap saja belum tergantikan. namun kini aku tak pernah merasakan lagi tersiksanya berharap akan suatu harapan yang tidak memungkinkan, aku kini sudah lebih bisa menghadapi kenyataan yang mungkin bukan jalan yang kuharapkan. harapan yang berupa angan-angan belaka.
Berbicara soal harapan, di dunia ini pasti banyak hal yang kita harapkan, dan harapan itu tidak akan pernah habis. karena kepuasan itu bukanlah milik manusia. jikalau iya, itu pun jarang terjadi.
Kisah yang lama telah hilang termakan waktu, ingatan yang kian menyempit, membuat kisah lama semakin jauh dari kenangan. terbang begitu saja bak dendelion terbawa hembusan angin tipis.
"ada kalanya namamu akan biasa saja ditelingaku" semua itu seakan nyata sekarang.
Tak seperti dahulu, aku tidak lagi merasakan getaran, tidak lagi merasa sesuatu, yang pasti adalah aku tidak merasakan kesengsaraan atas kesedihan yang pilu.
Dalam benakku, aku berfikir, pernahkah kau memikirkan aku yang selalu memikirkanmu? pernahkah kau merasakan bagaimana menjadi aku? pastinya tidak.
Kini aku tak peduli, seberapa peduli kau dulu, yang pasti itu bukan sekarang, begitu juga denganku. aku tidak seperti dahulu, aku bukanlah diriku yang dahulu.
.
Tahun sudah berganti, kisah ini pun harus sudah berbeda, namun ia tetap saja belum tergantikan. namun kini aku tak pernah merasakan lagi tersiksanya berharap akan suatu harapan yang tidak memungkinkan, aku kini sudah lebih bisa menghadapi kenyataan yang mungkin bukan jalan yang kuharapkan. harapan yang berupa angan-angan belaka.
Berbicara soal harapan, di dunia ini pasti banyak hal yang kita harapkan, dan harapan itu tidak akan pernah habis. karena kepuasan itu bukanlah milik manusia. jikalau iya, itu pun jarang terjadi.
Kisah yang lama telah hilang termakan waktu, ingatan yang kian menyempit, membuat kisah lama semakin jauh dari kenangan. terbang begitu saja bak dendelion terbawa hembusan angin tipis.
"ada kalanya namamu akan biasa saja ditelingaku" semua itu seakan nyata sekarang.
Tak seperti dahulu, aku tidak lagi merasakan getaran, tidak lagi merasa sesuatu, yang pasti adalah aku tidak merasakan kesengsaraan atas kesedihan yang pilu.
Dalam benakku, aku berfikir, pernahkah kau memikirkan aku yang selalu memikirkanmu? pernahkah kau merasakan bagaimana menjadi aku? pastinya tidak.
Kini aku tak peduli, seberapa peduli kau dulu, yang pasti itu bukan sekarang, begitu juga denganku. aku tidak seperti dahulu, aku bukanlah diriku yang dahulu.
.
Langganan:
Postingan (Atom)