Debu jalanan ini menerpa wajah lesu dan kusam ini yang telah lelah melawan waktu yang berjalan kian melambat hari demi harinya, terasa panjang dan sepi. Canda tawa meraka mengingatkaa kembali 4 bulan yang lalu. Sepasang mata indah itu ada di hadapanku seraya berkata "Aku juga.. Apa kamu mau?" . Sangat miris aku mengingat detik demi detik semua yang telah kulewati bersamanya. Hingga akhirnya aku tau kaulah yang telah menghancurkanku.
Sulit untuk memendam amarah, begitu pula rasa sakit yang kian menyiksa hari demi harinya, saat kau tau bahwa hati ini telah hancur, kata maaf sudah tak berarti lagi bagiku.
Aku selalu mencoba untuk menghibur diri dengan selalu mencoba tersenyum, tertawa, agar bahagia, namun sulit untuk berpura pura seperti itu. Bertingkah layaknya tak ada yang telah terjadi, itulah aku kini.
Menyesal? Aku rasa tidak. Kecawa? Ya! Tepatnya itu. Jika hal yang sederhana dapat mengakibatkan rasa sakit ini, bagaimana bisa kau membuat hal yang rumit menjadi indah?
Mungkin memang tak lama, namun kenangan itu sulit untuk dihitung, dihapus, dan dilupakan. Menangis? Apa perlu aku seperti itu lagi? Menangisi orang yang tidak lagi mempedulikan aku, yang mungkin telah mengecewakan aku? Cukup sudah, terimakasih. Aku sudah tidak mau lagi.
"Sabar kamu harus kuat, ibu tau rasa sakit nya kamu, karna saat kamu sakit, ibu juga akan merasakan nya." tidak ingin ibu merasakan rasa ini yang cukup dalam, hingga membekas. Walau sulit, tetap harus mencoba.
Senyum ini terpasang jelas didepannya, kemudian luntur seiring langkahnya menjauh. Ingin rasanya berteriak dengan keras, dengan harapan semua beban akan hilang dilepas ke udara.
Agar burung di pohon tau dan mendengar bebanku untuk ia sampaikan kepadanya.
Agar tanah berguncang supaya dia tau emosi ini telah mengguncang hati yang tadi nya tegar menjadi lemah.
Juga agar angin tau, dan meniupkan awan hujan ke sini untuk mengguyurku dengan derai hujan yang dapat menyembunyikan tetes air mata ini. Dan kuharap matahari dapat melukiskan pelangi yang indah, begitu pula dapat melukiskan kembali senyum diwajahku yang telah lama hilang.
Bangkit dari kehancuran inilah yang sedang ku perjuangkan. Harga diri tentunya tak akan hilang jika aku dapat bangkit seraya berkata "aku tidak lagi mudah untuk dihancurkan!" Biarkan mereka semua tau.
Sabtu, 05 September 2015
Biarkan mereka semua tau.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar