Aku sadar bahwa aku hidup di dunia, bukan di dalam cerita dongeng yang di setiap ceritanya ada putri cantik dan seorang pangeran, kemudian mereka bertemu secara tidak sengaja, kemudian mereka saling jatuh cinta dan akan selalu berakhir dengan bahagia. Aku juga sadar bahwa aku bukan seorang putri raja yang akan bertemu seorang pria gagah dari jauh sana yang akan mencintaiku sepenuh hatinya dengan ketulusan yang sangat dalam, juga dapat memiliki apapun yang aku inginkan tanpa ada yang bisa melarang, kecuali ada seorang penyihir jahat yang menginginkan aku celaka.
Itu semua hanya ada di dalam dongeng saja, yang sekarang ini terjadi hanyalah aku yang hidup di dunia nyata tanpa ada keraguan untuk terus melihat ke depan dan tak akan pernah melihat kebelakang, aku tidak berharap menemukan pangeran tampan atau pria gagah di sana, cukup kau yang dapat membuatku terus melangkah kedepan, membangunkanku disaat aku terjatuh dan menuntunku ke arah yang benar saat aku mulai melenceng dari jalanku.
Memahami mu butuh waktu yang cukup lama, aku kira aku telah cukup memahamimu, ternyata belum. Walau begitu tetap saja aku akan bertahan, karena walaupun kau tidak disini, aku percaya kau akan ada untuku.
Kamis, 23 Juli 2015
Selasa, 21 Juli 2015
Sahabat? tidak! tetapi lebih dari itu ☺
Lama tak jumpa, kami pun saling menyapa tanpa ada keraguan sedikitpun pada diriku, begitu pula yang tergambarkan padanya. Aku merasa bahwa kita masih akan bersama, walau sebenarnya tidak. Entah bagaimana rasanya sekolah tanpa kehadiranmu, canda tawa yang lalu mungkin telah membeku di kalbu. 1 tahun berlalu dengan sangat cepat begitu pula dengan keakraban kita yang sangat mudah, berawal dari pentas sekolah dan dipertemukan lagi di kelas yang baru juga diakrabkan dengan ikatan organisasi kelas KM dan wakil KM. Memang awalnya kau bersikap manis begitupula denganku, tapi semakin sama semakin akrab kita memperlihatkan diri kita yang sebenarnya, tak ada kata malu untuk bertingkah bodoh, ataupun aneh sekalipun. ya! kami sering kesana kemari berdua, untuk keperluan pelajaran, kelas, bermain sampai curhatpun kami berdua *hihihi. kami pun telah dikenal oleh para guru mereka bilang kita ini "CS" dimana ada aku, disana ada dia hahaha.. belum pernah aku punya teman seakrab dia. Bertengkar? ya pasti itu sering terjadi, yaa walaupun masalahnya sepele, dia tak pernah mau kalah, saat ia marah ataupun kesal dia tak mau berbicara denganku, dan tatapan matanya menusuk tajam, tanpa banyak bicara aku diam dan menjauh, tak lama kemudian kita akur kembali. Rasanya nyamaaann sekali bersamanya, dia selalu ada saat aku membutuhkannya, tak terbayang bagaimana nanti saat dia sudah memiliki dunianya yang baru, akankah dia mengingatku?
biarkan waktu berputar, dan kehidupan berjalan sesuai garis takdirnya, mereka bilang "dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan" perlu kau tau bahwa, aku akan tetap disini, menantimu juga pasti merindukanmu. sampai jumpa sahabatku, semoga sukses! jangan pernah lupakan aku ya, karna aku menyayangimu.
biarkan waktu berputar, dan kehidupan berjalan sesuai garis takdirnya, mereka bilang "dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan" perlu kau tau bahwa, aku akan tetap disini, menantimu juga pasti merindukanmu. sampai jumpa sahabatku, semoga sukses! jangan pernah lupakan aku ya, karna aku menyayangimu.
Kamis, 16 Juli 2015
Maaf
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan yang tidak disengaja, maupun disengaja, memang semua itu wajar terjadi pada kita semua yang hanya manusia biasa yang pada dasarnya memiliki penyakit hati yang bermacam macam, iri, dengki,egois, dan sombong pun tak ter-elakan.
"Maaf" mungkin kata itu sangatlah mudah untuk dilontarkan maupun diucapkan, namun yang sulit itu memahami makna dari satu kata empat huruf tersebut, bagaimana tindakan kita selanjutnya setelah mengucapkan kata maaf, karena apa yang telah terjadi tak boleh terulang kembali, jika tidak begitu kata maaf hanyalah sebuah ungkapan kosong tanpa arti sama sekali. Berusaha lebih baik itulah yang dapat kita lakukan untuk menebus kesalahan lama yang pernah terjadi. Perangi emosi dan ego yang ada dalam diri kita sendiri karena sesungguhnya 2 hal itu sejatinya musuh utama yang menyebabkan kita membuat kesalahan, memang sulit untuk melakukanya tetapi kita harus tetap mencoba dan terus mencobanya. Hal ini memerlukan kesabaran yang tidak ada ujungnya, pendekatan diri dengan hal spiritual dan kepercayaanlah yang dapat menuntun kita kearah yang lebih baik, dan mungkin dapat menebus kesalahan yang lalu pernah terjadi.
"Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir batin" mohon maafa atas segala kesalahan yang pernah terjadi di masa lampau, semoga kedepannya tak akan terulang lagi. "selamat hari raya Idul Fitri 1436 H bagi yang merayakan".
Rabu, 15 Juli 2015
Ada Saatnya
Kuharap semua ini hanya sementara, karena bukan ini yang kuharapkan dari dirimu yang telah terlanjur membuatku jatuh pada suatu perasaan yang dapat dikatakan mendalam. Tak pantas jika kau hanya bermain main setelah menarik ku ke dalam cerita ini, apalagi pergi meninggalkan sejoret luka yang mungkin tak berarti bagimu, tetapi sulit untuk di sembuhkan. Kulukiskan senyuman di setiap hari hari ku, untuk membuat warna dalam hidupku yang kini bukan kelam lagi, tapi putih tepatnya, kosong, tak terlihat apapun disana. Berbagai hal yang menarik telah sering ku lewati sendirian, maupun bersamamu. Mengenal satu sama lain kurasa sudah cukup, tapi sampai detik ini aku masih belum mengerti apa yang ada dipikiranmu. Dapatkah kau memahami perasaan orang yang benar benar peduli padamu? mungkin kau mempedulikan orang lain, sehingga aku disini yang mempedulikan mu kau acuhkan begitu saja. Saking pedulinya aku akan dirimu, aku sampai lupa bagaimana caranya untuk mempedulikan diriku sendiri. Bodohnya aku mengapa masih bertahan? untuk apa semua ini aku jalani sedangkan aku yang tersakiti dengan sikapmu yang terlalu menjaga perasaanya. Telah aku lakukan semuanya dengan caraku, biar saja tak usah hiraukan perasaan ku lagi, karna aku yang telah memutuskan untuk bertahan di tengah halilintar jang menusuk jantung, dan kecamuk badai di sukma kalbuku. Akan ada pada saatnya aku merasa lelah, dan beranjak untuk pergi menjauh dari tempat ini yang telah memaku langkahku sekian lama. Kapan itu terjadi? akupun tak tau.
Sabtu, 04 Juli 2015
Sebuah Mimpi
Kuterbangun di pagi yang dingin, kulihat dari jendela kabut memeluk erat langit pagi ini, bayangan mu terlintas dibenaku, entah mengapa tapi kini rasanya sulit untuk mengingat senyum manis yang terlukis di matamu yang indah, yang pertama kali kulihat saat kita saling melempar candaan di perbincangan kita. tak pernah ku bayangkan jika senyum mu itu akan hilang. jika kau akan pergi, kuharap senyuman mu itu tetap ada seperti kabut yang menyelimuti pagi ini, canda tawa kita bersama kuharap bisa jadi bayang bayang di bawah sinar matahari nanti, kenangan yang kita lewati bersama kuharap menjadi sebuah mimpi indah disetiap tidurku yang mungkin hanyalah sebuah mimpi. Dengan begitu, kenangan ini akan tetap hidup di ingatan kita masing masing, akan abadi dengan kepergianmu. Dan kini hanyalah saksi bisu yang dapat menceritakan cerita ini kepada mereka yang bertanya mengapa. Cukup tanyakan pada mereka, matahari, angin dan hujan, jangan tanyakan padaku maupun padanya. kuharap semua ini hanyalah sebuah mimpi indah dan bukan merupakan hal yang nyata.
Langganan:
Postingan (Atom)