Sabtu, 04 Juli 2015

Sebuah Mimpi

Kuterbangun di pagi yang dingin, kulihat dari jendela kabut memeluk erat langit pagi ini, bayangan mu terlintas dibenaku, entah mengapa tapi kini rasanya sulit untuk mengingat senyum manis yang terlukis di matamu yang indah, yang pertama kali kulihat saat kita saling melempar candaan di perbincangan kita. tak pernah ku bayangkan jika senyum mu itu akan hilang. jika kau akan pergi, kuharap senyuman mu itu tetap ada seperti kabut yang menyelimuti pagi ini, canda tawa kita bersama kuharap bisa jadi bayang bayang di bawah sinar matahari nanti, kenangan yang kita lewati bersama kuharap menjadi sebuah mimpi indah disetiap tidurku yang mungkin hanyalah sebuah mimpi. Dengan begitu, kenangan ini akan tetap hidup di ingatan kita masing masing, akan abadi dengan kepergianmu. Dan kini hanyalah saksi bisu yang dapat menceritakan cerita ini kepada mereka yang bertanya mengapa. Cukup tanyakan pada mereka, matahari, angin dan hujan, jangan tanyakan padaku maupun padanya. kuharap semua ini hanyalah sebuah mimpi indah dan bukan merupakan hal yang nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar