Rabu, 15 Juli 2015

Ada Saatnya

Kuharap semua ini hanya sementara, karena bukan ini yang kuharapkan dari dirimu yang telah terlanjur membuatku jatuh pada suatu perasaan yang dapat dikatakan mendalam. Tak pantas jika kau hanya bermain main setelah menarik ku ke dalam cerita ini, apalagi pergi meninggalkan sejoret luka yang mungkin tak berarti bagimu, tetapi sulit untuk di sembuhkan. Kulukiskan senyuman di setiap hari hari ku, untuk membuat warna dalam hidupku yang kini bukan kelam lagi, tapi putih tepatnya, kosong, tak terlihat apapun disana. Berbagai hal yang menarik telah sering ku lewati sendirian, maupun bersamamu. Mengenal satu sama lain kurasa sudah cukup, tapi sampai detik ini aku masih belum mengerti apa yang ada dipikiranmu. Dapatkah kau memahami perasaan orang yang benar benar peduli padamu? mungkin kau mempedulikan orang lain, sehingga aku disini yang mempedulikan mu kau acuhkan begitu saja. Saking pedulinya aku akan dirimu, aku sampai lupa bagaimana caranya untuk mempedulikan diriku sendiri. Bodohnya aku mengapa masih bertahan? untuk apa semua ini aku jalani sedangkan aku yang tersakiti dengan sikapmu yang terlalu menjaga perasaanya. Telah aku lakukan semuanya dengan caraku, biar saja tak usah hiraukan perasaan ku lagi, karna aku yang telah memutuskan untuk bertahan di tengah halilintar jang menusuk jantung, dan kecamuk badai di sukma kalbuku. Akan ada pada saatnya aku merasa lelah, dan beranjak untuk pergi menjauh dari tempat ini yang telah memaku langkahku sekian lama. Kapan itu terjadi? akupun tak tau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar