Minggu, 10 Januari 2016

Angan tak terbayar

Terik di siang ini seakan tidak mau lagi berkompromi denganku yang disini kepanasan menunggu seseorang datang untuk sekedar menyapa atau mungkin berbincang. Namun itu hanya sebuah harapan di atas angan-angan.
Tahun sudah berganti, kisah ini pun harus sudah berbeda, namun ia tetap saja belum tergantikan. namun kini aku tak pernah merasakan lagi tersiksanya berharap akan suatu harapan yang tidak memungkinkan, aku kini sudah lebih bisa menghadapi kenyataan yang mungkin bukan jalan yang kuharapkan. harapan yang berupa angan-angan belaka.
Berbicara soal harapan, di dunia ini pasti banyak hal yang kita harapkan, dan harapan itu tidak akan pernah habis. karena kepuasan itu bukanlah milik manusia. jikalau iya, itu pun jarang terjadi.
Kisah yang lama telah hilang termakan waktu, ingatan yang kian menyempit, membuat kisah lama semakin jauh dari kenangan. terbang begitu saja bak dendelion terbawa hembusan angin tipis.
"ada kalanya namamu akan biasa saja ditelingaku" semua itu seakan nyata sekarang.
Tak seperti dahulu, aku tidak lagi merasakan getaran, tidak lagi merasa sesuatu, yang pasti adalah aku tidak merasakan kesengsaraan atas kesedihan yang pilu.
Dalam benakku, aku berfikir, pernahkah kau memikirkan aku yang selalu memikirkanmu? pernahkah kau merasakan bagaimana menjadi aku? pastinya tidak.
Kini aku tak peduli, seberapa peduli kau dulu, yang pasti itu bukan sekarang, begitu juga denganku. aku tidak seperti dahulu, aku bukanlah diriku yang dahulu.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar